NAMA : RIDHO DARMAWAN
NPM : 15209777
KLS : 3EA14
Keterangan :
Saham : Surat kepemilikan perusahaan
Obligasi : Surat hutang
Jika harga saham bertambah, disebut Capital Gain sementara itu, jika harga saham tersebut turun disebut Capital Loss
Sebelum adanya bank, dulu jika masyarakat B (-) membutuhkan uang mereka akan meminjam kepada masyarakat A (+) dalam hal ini juga bisa terjadi proses barter antara masyarakat A (+) dan masyarakt B (-). Proses ini harus ada 2 faktor berikut ini, yang disebut dengan double considence:
1. Kenal/ Trust
2. Kebutuhan / Ketersediaan
Setelah bank mulai dibentuk, fungsi bank sebagai perantara keuangan atau disebut dengan Finansial Intermediary masyarakat A (+) dan masyarakat B (-). Bank menggunakan 3 jenis simpanan:
* Simpanan giro
* Simpanan tabungan
* Simpanan deposit
Masyarakat surplus menyimpan uang mereka di bank (i1) dan masyarakat minus meminjam uang pada bank (i2). Kegiatan ini dapat menghasilkan keuntungan bagi bank
i2 > i1 → i2 – i1 = Laba Bank (Interest Speard)
Saham :
Perusahaan (A) yang membutuhkan dana akan menjual saham kepada perusahaan(B). pemilik modal dengan bagi hasil berupa deviden dan capital again.1.Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham PT yang sebanding. 2.Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham. contohnya : pembelian saham , pada tgl 14/3/12 pukul 09.00 unilever membeli 10.000/lot dan pada tgl 15/3/12 menjual 10.500/lot maka unilever mendapatkan keuntungan 500 , bila rugi disebut capital lost.
Obligasi :
Surat hutang dengan mendapat keuntungan di sebut dengan diskonto. contohnya: tgl 14/3/12 beli 9 jt dan tgl 14/5/12 sapat kupon tale deposit mendapatkan diskonto 10%.kemudian capital market juga terdapat stock saham mengeluarkan 2 kegiatan yaitu yang pertama adalah deviden (pembagian hasil usaha) mendapatkan 2 keuntungan ditahan dan dibagikan sedangkan yang kedua adalah capital gain.
LEASING :
Pada saat tahun 1990 an terjadinya bermunculan bank bank di Indonesia sebesar 40%. Banyaknya bank di Indonesia membuat bank mencari cara mendapatkan (B) yank membutuhkan dana pinjaman maka bank membentuk perusahan laesing yang biasanya perupa elektronik maupun kendaraan.
Maka seorang (B) yang tak memiliki dana dapat memiliki benda yang di inginkan dengan cara pembayaran di cicil kepada perusahaan leasing (i3). Dengan begitu sama saja kita membeli melalui kredit bank ( i3 > i1).
Contoh : bila perusahaaan liesing menkreditkan barang dengan nilai 100jta maka untuk mengatasi resiko kerugian maka perusahaan mengikuti asuransi (1) tetapi asuransi pertama memiliki batas pembayaran asuransi missal 30jta. Maka perusahaan liesing masih membutuhkan 70jta untuk menutupi resiko kerugian maka perusahan mengikuti lagi asuransi ke (2) dengan batas pembayaran 30jta, dengan mengikuti 2 asuransi seperti ini di sebut reasuransi (penjaminan ulang).karna masih membutuhkan 40jta maka perusahaan mengikuti asuransi ke (3) agar dapat menutupi resiko kerugian, tetapi jarang ada asuransi ke (3) di Indonesia biasanya asuransi ke (3)ini berada di luar negri. Dengan mengikuti 3 asuransi ini di sebut rertrosessi (penjaminan dobel ulang) .
NPM : 15209777
KLS : 3EA14
Keterangan :
Saham : Surat kepemilikan perusahaan
Obligasi : Surat hutang
Jika harga saham bertambah, disebut Capital Gain sementara itu, jika harga saham tersebut turun disebut Capital Loss
Sebelum adanya bank, dulu jika masyarakat B (-) membutuhkan uang mereka akan meminjam kepada masyarakat A (+) dalam hal ini juga bisa terjadi proses barter antara masyarakat A (+) dan masyarakt B (-). Proses ini harus ada 2 faktor berikut ini, yang disebut dengan double considence:
1. Kenal/ Trust
2. Kebutuhan / Ketersediaan
Setelah bank mulai dibentuk, fungsi bank sebagai perantara keuangan atau disebut dengan Finansial Intermediary masyarakat A (+) dan masyarakat B (-). Bank menggunakan 3 jenis simpanan:
* Simpanan giro
* Simpanan tabungan
* Simpanan deposit
Masyarakat surplus menyimpan uang mereka di bank (i1) dan masyarakat minus meminjam uang pada bank (i2). Kegiatan ini dapat menghasilkan keuntungan bagi bank
i2 > i1 → i2 – i1 = Laba Bank (Interest Speard)
Saham :
Perusahaan (A) yang membutuhkan dana akan menjual saham kepada perusahaan(B). pemilik modal dengan bagi hasil berupa deviden dan capital again.1.Dividen adalah pembagian kepada pemegang saham PT yang sebanding. 2.Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh dari selisih positif harga beli dan harga jual saham. contohnya : pembelian saham , pada tgl 14/3/12 pukul 09.00 unilever membeli 10.000/lot dan pada tgl 15/3/12 menjual 10.500/lot maka unilever mendapatkan keuntungan 500 , bila rugi disebut capital lost.
Obligasi :
Surat hutang dengan mendapat keuntungan di sebut dengan diskonto. contohnya: tgl 14/3/12 beli 9 jt dan tgl 14/5/12 sapat kupon tale deposit mendapatkan diskonto 10%.kemudian capital market juga terdapat stock saham mengeluarkan 2 kegiatan yaitu yang pertama adalah deviden (pembagian hasil usaha) mendapatkan 2 keuntungan ditahan dan dibagikan sedangkan yang kedua adalah capital gain.
LEASING :
Pada saat tahun 1990 an terjadinya bermunculan bank bank di Indonesia sebesar 40%. Banyaknya bank di Indonesia membuat bank mencari cara mendapatkan (B) yank membutuhkan dana pinjaman maka bank membentuk perusahan laesing yang biasanya perupa elektronik maupun kendaraan.
Maka seorang (B) yang tak memiliki dana dapat memiliki benda yang di inginkan dengan cara pembayaran di cicil kepada perusahaan leasing (i3). Dengan begitu sama saja kita membeli melalui kredit bank ( i3 > i1).
Contoh : bila perusahaaan liesing menkreditkan barang dengan nilai 100jta maka untuk mengatasi resiko kerugian maka perusahaan mengikuti asuransi (1) tetapi asuransi pertama memiliki batas pembayaran asuransi missal 30jta. Maka perusahaan liesing masih membutuhkan 70jta untuk menutupi resiko kerugian maka perusahan mengikuti lagi asuransi ke (2) dengan batas pembayaran 30jta, dengan mengikuti 2 asuransi seperti ini di sebut reasuransi (penjaminan ulang).karna masih membutuhkan 40jta maka perusahaan mengikuti asuransi ke (3) agar dapat menutupi resiko kerugian, tetapi jarang ada asuransi ke (3) di Indonesia biasanya asuransi ke (3)ini berada di luar negri. Dengan mengikuti 3 asuransi ini di sebut rertrosessi (penjaminan dobel ulang) .











